Home / Peristiwa / Tabrakan Dua Kapal Nelayan di Perairan Panarukan, Satu Unit Kapal Gardan Rusak Berat Hingga Tenggelam

Tabrakan Dua Kapal Nelayan di Perairan Panarukan, Satu Unit Kapal Gardan Rusak Berat Hingga Tenggelam

Situbondo, bhasafm.co.id- Aparat penegak hukum bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna mengusut insiden kecelakaan laut di wilayah perairan Situbondo. Satpolairud Polres Situbondo kini tengah meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci menyusul terjadinya tabrakan hebat yang melibatkan Kapal Selerek Soneta 01 dan sebuah kapal gardan tradisional.

 

Peristiwa tabrakan antar-kapal nelayan tersebut dilaporkan terjadi di Perairan Panarukan pada Senin (13/7/2026) dini hari. Akibat benturan keras di tengah laut tersebut, badan kapal gardan mengalami kerusakan fatal pada struktur lambung hingga tenggelam ke dasar laut, dengan taksiran kerugian material mencapai Rp170 juta.

 

Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, membenarkan bahwa personelnya sejak pagi hari telah bersiaga di Pelabuhan Panarukan Lama, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Keberadaan petugas di lapangan difokuskan untuk melakukan pemeriksaan fisik kapal yang terlibat kecelakaan serta menggali kronologi pasti peristiwa.

 

Korban pemilik perahu yang karam diidentifikasi bernama Sunarto (37), seorang nelayan yang merupakan warga Dusun Somangkaan, Desa Kilensari. Selain kehilangan unit kapal gardan kesayangannya, seluruh sarana kerja berupa satu set jaring penangkap ikan yang berada di atas kapal juga dipastikan ikut hanyut tenggelam.

 

Berdasarkan hasil rekonstruksi penyelidikan awal, petaka bermula saat Kapal Selerek Soneta 01 yang dinakhodai oleh Sugianto berangkat melaut mencari ikan dari Dusun Pesisir Tengah pada Minggu (12/7/2026) siang. Kapal yang membawa 9 orang Anak Buah Kapal (ABK) tersebut bergerak menuju area tangkap sejauh 30 mil di kawasan Perairan Sumenep, Madura.

 

Usai merampungkan aktivitas menjaring ikan, kapal Soneta 01 memutar haluan kembali menuju pangkalan Panarukan pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Nahas, sekitar satu jam kemudian saat memasuki perairan lokal Panarukan, kapal selerek tersebut terlibat tabrakan adu depan (head-on) dengan kapal gardan milik Sunarto.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para ABK kapal selerek, benturan diduga kuat dipicu oleh kelalaian kapal gardan yang mematikan lampu penerangan saat berlayar di kegelapan malam. Kondisi pandangan yang terbatas membuat nakhoda Soneta 01 terlambat melakukan manuver menghindar hingga tabrakan keras tak terelakkan.

 

Beruntung, Sunarto bersama awak kapalnya berhasil menyelamatkan diri berkat aksi evakuasi cepat dari kapal gardan lain milik Sukatris yang kebetulan melintas di lokasi yang sama. Seluruh korban selamat langsung dievakuasi menuju Pelabuhan Baru Panarukan dalam kondisi sehat tanpa mengalami luka serius.

 

Pihak kepolisian menambahkan bahwa kapal Soneta 01 terpaksa langsung meneruskan pelayaran ke pelabuhan tanpa sempat menolong korban karena kondisi kapal mereka sendiri mengalami retak lambung dan mulai kemasukan air laut. Hingga saat ini, pihak korban masih menahan diri untuk membuat laporan polisi resmi karena masih menunggu iktikad dan niat baik dari pemilik kapal penabrak terkait ganti rugi.

Tag: