Dampak Pandemi Covid-19, UMKM di Situbondo Babak Belur Hingga Minus 8 Persen

0
92
bhasafm
Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto ( foto : zaini zain )

Situbondo-Pademi Covid-19 menyebabkan pelaku Usaha Mikro  Kecil  Menengah (UMKM) di Situbondo babak belur. Sesuai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2020 bahwa terjadi sekitar 8, 74 persen pada sektor UMKM.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto, secara umum pertumbuhan ekonomi di Situbondo minus 2 persen. Itu tak sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 7 persen.

“Kami mendorong pemerintah serius melakukan pemulihan ekonomi tahun ini terutama yang berhubungan dengan pelaku UMKM,” terangnya ditemui di Kantor DPRD, Senin, 15 Maret 2021.

BACA JUGA :  PMI Tegaskan Stok Darah Aman Selama Pandemi Covid-19

Hadi menambahkan, dampak terbesar pandemi Covid-19 memang menimpa pelaku UMKM utamanya dalam perdagangan besar dan eceran. Ia meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengambil langkah terobosan untuk memulihkan ekonomi UMKM setidaknya menjadi zero.

“Di dalam LPKPJ 2020 juga dijelaskan bahwa produk domestik regional bruto (PDRB) minus hampir sembilan persen. Selain ahrus menyiapkan bantuan modal bagi pelaku UMKM, pemerintah harus mengaktifkan pasar-pasar maupun restoran dan rumah makan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” sambungnya.

Reporter : Zaini Zain