Hadir di Acara Mubes IKSASS, Gubernur Jatim Ajak Mubes Rumuskan Ekonomi Digital

0
65
bhasafm
Gubernur Jawa Timur mendampingi KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy membuka acara Mubes IKSASS ke 10, Kamis, 9 Juni 2022 (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Santri Alumni Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) ke 10, di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Ibrahimy, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Kamis sore kemarin.

Khofifah menilai pelaksanaan Mubes IKSASS merupakan forum luar biasa dan terasa seperti Muktamar NU. Maklum, seluruh peserta Mubes sebagian besar merupakan Kiai dan Ustadz yang merupakan alumni pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo.

Mubes IKSASS

Dihadapan peserta Mubes, Khofifah menyampaikan dahsyatnya perkembangan ekonomi digital saat ini. Khofifah menginginkan forum Mubes IKSASS juga menghasilkan rekomendasi terkait kemandirian ekonomi, mengingat pesantren sebagai pagar NKRI harus kuat secara ekonomi.

“Mubes ini merupakan proses penguatan sinergitas. Ada santri dan alumni bersambung dan hal Ini menjadi kekuatan yang sangat luar biasa,” terangnya.

Menurut Khofifah, Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi dunia, karena memiliki jumlah populasi penduduk sangat besar. Saat ini,  perlu mulai merumuskan posisi Pesantren dan IKSASS di tengah percaturan ekonomi digital. Ia juga menyampaikan analisa Jack Ma pemilik Alibaba, bahwa pada 2030 mendatang sebanyak 80 persen tulung punggung ekonomi dunia adalah UMKM.

“Selanjutnya 80 persen Ecommerce dan 99 dipasarkan online. Karena itu, pelaku UMKM kita sudah saatnya melakukan transformasi teknologi digital dan ini bisa jadi salah satu rekomendasi Mubes IKSASS kali ini,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Digerebek Polisi Penjudi Sabung Ayam Semburat Kabur

Saat ini jelas Khofifah, Pemprov Jawa Timur memiliki kampus UMKM bekerjasama dengan salah satu platform marketplace. Khofifah menawarkan kepada forum Mubes untuk mengirimkan tim mengikuti program diklat di Kampus UMKM di Malang milik Pemprov tersebut. Para peserta akan dilatih selama tiga bulan untuk memahami transformasi ekonomi digital.

“Satu angkatan 40 orang dan akan dilatih selama tiga bulan. Saya yakin setelah mengikuti diklat mereka akan masuk jaringan marketplace yang memiliki jaringan pasar di 38 negara. Saat ini,

87,81 persen tulung punggung ekonomi di Jatim adalah UMKM,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pusat IKSASS, Ustadz Munif Shaleh mengatakan, bahwa salah satu tujuan didirikannya organisasi IKSASS, untuk menyatukan alumni pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo yang tersebar se Nusantara. IKSASS juga menjadi kepanjangan tangan pondok pesantren menyampaikan berbagai kebijakan kepada pengurus IKSASS di bawah.

Dijelaskan, IKSASS memiliki jejaring organisasi berjenjang mulai pengurus Pusat, pengurus Rayon di tingkat Kabupaten, serta pengurus Sub Rayon ditingkat Kecamatan serta pengurus Komisariat di tingkat desa.

“IKSASS ini wadah menyatukan alumni sekaligus memonitor kegiatan alumni di masyarakat. Semua pengurus IKSASS dari semua tingkatan di undang mengikuti acara Mubes yang berlangsung hingga 11 Juni 2022.” terangnya.

Reporter: Zaini Zain