Mural, Pesan Moral Dinding Terpampang di Pagar GOR Baluran

0
71
bhasafm
Mural, pesan moral dinding terpampang di tembok GOR Baluran jalan PB Sudirman Situbondo (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Tulisan besar terpampang di dinding pagar GOR Baluran Situbondo mulai menjadi perhatian. Tulisan di dinding yang akrab disebut dengan mural itu berbunyi “Demokrasi dan Negara adalah penjahat sebenarnya”.

Meski tak jelas siapa menulis pesan mural tersebut, kini keberadaannya mulai menimbulkan kontroversi. Sebagian kalangan menilai tulisan di dinding pagar GOR Baluran tersebut  tak memperhatikan estetika, karena mengotori tembok di tempat umum. Sebagai lagi menganggap bahwa pesan mural itu merupakan karya seni yang sarat dengan kritik sosial. Dalam sejarahnya pesan mural memang sudah ada sejak sejak 30 ribu tahun sebelum masehi.

Dari penelusuran di lapangan menyebutkan, tulisan kritik terhadap sistem demokrasi yang terpampang di dinding tembok GOR Baluran sudah ada cukup lama. Tidak jelas siapa yang melakukannya, namun beberapa sumber menyebut pesan itu tiba-tiba ada dan kemungkinan di tulis pada malam hari.

“Itu sudah lama saya lihat tulisan itu. Saya kurang memperhatikan karena awalnya saya menganggap hanya tulisan orang iseng saja,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

BACA JUGA :  Apresiasi Bungatan Fishing Tourism, Bupati Situbondo Dukung Ada Event Mancing Mania Nusantara

Sementara itu, Salah seorang seniman seni rupa Situbondo, Jeifry Gunawan, mengaku bahwa mural atau tulisan di dinding merupakan seni ekspresi jalanan. Tak heran, kalau mural sangat sensitif terhadap kritik sosial dan politik.

“Saya menganggap ini seni dan ekspresi jalanan. Saya berharap pemerintah atau aparat tidak alergi dengan mural ini,” katanya, Rabu, 10 November 2021.

Menurut Jeifry, tidak semua mural itu berisi kritik sosial dan politik. Mural sebenarnya lebih banyak mengekspresikan keindahan visual menggunakan medium yang ada di jalanan. Oleh karena itu, ia mengaku mendukung penghapusan mural kalau isinya mengandung gambar atau ajakan provokasi dan kebencian.

“Mural itu harus mampu membangun keindahan kota dengan baik, meski berbagai mural juga berisi konten kritik sosial dan politik kepada pemerintah, karena hal itu merupakan ekspresi. Tapi kalau isinya provokasi dan ajakan kebencian, saya mendukung untuk dihapus,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain