Pemerintah Tegaskan Tak Ada Vaksin Tenak Sapi Berbayar

0
97
bhasafm
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kelautan Pemkab Situbondo, Holil, saat memberikan keterangan pers, Rabu, 6 Juli 2022 (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Situbondo menegaskan tidak ada vaksin ternak sapi berbayar. Pernyataan ini sekaligus menjawab isu yang berkembang di masyarakat bahwa vaksin ternak sapi ditarik biaya.

Menurut Plt. Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Situbondo, Holil, vaksin ternak sapi merupakan bantuan dari pemerintah untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tak semakin meluas. Kegiatan vaksin dilakukan secara bergantian, karena pengiriman dosis vaksin juga dikirim secara bertahap.

bhasafm
space iklan_2

“Kami tegaskan tidak ada vaksin berbayar. Vaksin itu bantuan pemerintah dan tidak diperjual belikan,” kata Holil, ditemui di Kantor DPRD Situbondo, Rabu, 6 Juli 2022.

Holil menambahkan, saat ini sudah ada 3.100 ternak sapi selesai divaksin tersebar di 17 Kecamatan. Hingga 20 Juli mendatang ditargetkan hewan ternak sapi tervaksin sudah mencapai 10 ribu ekor dan pada akhir 2022 sudah ada 70 persen sapi potong divaksin.

“Kalau kendala tidak ada ya, cuma kami sekarang kekurangan tenaga vaksinator. Permintaan peternak kepada kami agar sapi yang sakit bisa sembuh dan yang belum sakit tidak terserang PMK,” ujarnya.

Holil mengimbau masyarakat tidak terlalu khawatir adanya penyakit PMK menjelang hari raya idul adha. Ada banyak pedoman berkurban termasuk fatwa Majelis Ulama Indonesia maupun Fatwa NU. Intinya kata Holil, bahwa daging sapi terpapar PMK tidak membahayakan kesehatan manusia. Dianjurkan daging dimasak hingga 100 derajat celcius selama 30 menit, serta kepala, tulang dan jeruannya dimusnahkan.

BACA JUGA :  Kelompok Tani Diberi Bantuan Armada Angkut Roda Tiga

“Itu clear ya, jadi sapi yang terpapar PMK dagingnya tidak membahayakan terhadap kesehatan manusia. Hanya, untuk mengantisipasi dianjurkan dimasak dengan benar serta tulang, kepala dan jeruannya dibuang atau dimusnahkan,” katanya.

Menurutnya, saat ini jumlah sapi terpapar PMK di Situbondo sebanyak 2.200 ekor dan 200 diantaranya sudah sembuh. Itu artinya masih ada 2000 sapi saat ini masih terpapar PMK. Dengan begitu, masih banyak sapi sehat yang bisa dibeli untuk berkurban, karena jumlah sapi di Situbondo sebanyak 184 ribu 463 ekor.

“Dua minggu ini pasar hewan sudah kami buka. Kami memantau di lapangan harga sapi masih normal, untuk berat 400 kilogram harganya masih Rp. 20-2.  Kami juga cek di pasar harga daging masih normal Rp. 130 perkilogramnya,” pungkasya.

Reporter: Zaini Zain