Situbondo, bhasafm.co.id- Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan melanjutkan pencarian hari kedua terhadap seorang penumpang yang jatuh dari kapal feri di perairan Situbondo. Operasi Search and Rescue (SAR) ini difokuskan pada area jatuhnya korban dari KMP Dharma Kartika rute Jangkar-Raas pada Jumat (27/3/2026).
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menjelaskan bahwa tim pencari menggunakan kapal KN Grantin P211 dengan dukungan 15 orang kru. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang hanya 0,5 meter sehingga sangat mendukung efektivitas proses penyisiran di laut.
Sinergi kuat dilakukan antara KSOP, Basarnas, Polairud, hingga Posal Jangkar dalam upaya maksimal menemukan korban.
Korban yang hilang diketahui bernama Tohari, seorang warga Desa Derpa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura. Insiden tersebut terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 08.45 WIB saat kapal baru menempuh perjalanan sejauh 4 mil setelah meninggalkan Dermaga 2 Pelabuhan Jangkar.
Hingga saat ini, otoritas terkait belum bisa memastikan apakah korban terjatuh secara tidak sengaja atau sengaja menjatuhkan diri ke laut.
Laporan awal mengenai hilangnya Tohari pertama kali disampaikan oleh saksi bernama Deny Kurniawan yang juga berada di lokasi kejadian. Tim gabungan berharap penyisiran di titik koordinat yang telah ditentukan dapat segera membuahkan hasil dan menemukan keberadaan korban dalam waktu dekat.









