Warga Jatibanteng Bergejolak Minta Tambang Ditutup Karena Merusak Jalan

0
189
bhasafm
Perwakilan warga penolak tambang sebelum menutup lokasi tambang di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Perwakilan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Jatibanteng, menuntut tambang galian C ditutup karena dinilai merusak infrastruktur. Tak berhasil dipertemukan dengan pemilik tambang di Kantor Kecamatan setempat, mereka bergerak ke Desa Curahsuri menyegel lokasi tambang.

Perwakilan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat menilai, keberadaan tambang milik H.Huda itu tak ada manfaatnya bagi warga. Selain merusak infrastruktur jalan, baru-baru ini juga terjadi kecelakaan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Saat ini, banyak jalan rusak dari Kecamatan Besuki hingga Kecamatan Jatibanteng karena setiap hari dilewati puluhan dump truk pengangkut hasil tambang. Warga sepakat menyegel lokasi tambang, karena khawatir kerusakan inftrastruktur jalan akan semakin parah. Konon pemilik tambang juga tak pernah menepati janjinya memperbaiki jalan meski sudah sekitar dua tahun menambang.

BACA JUGA :  Setiap Hari Puluhan Warga Padati Lokasi Paralayang di Jatibanteng

Camat Jatibanteng, Abdul Wahid Wahab mengatakan,  dirinya sebetulnya berusaha memediasi antara warga penolak tambang dan pemilik tambang, namun mediasi tak bisa dilakukan karena pemilik tambang tak datang.

“Tadi kami sudah tampung aspirasi perwakilan warga penolak tambang. Aspirasi mereka akan kami sampaikan meski saat mediasi pemilik tambang tidak datang, ” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain