Home / Peristiwa / Musim Kemarau Tiba, Lahan Ilalang 10 Hektare di Belakang Perumahan Bukit Raya Mimbaan Terbakar

Musim Kemarau Tiba, Lahan Ilalang 10 Hektare di Belakang Perumahan Bukit Raya Mimbaan Terbakar

Situbondo, bhasafm.co.id- Kesiapsiagaan tinggi ditunjukkan oleh tim penanggulangan bencana dalam mengatasi dampak buruk cuaca ekstrem di awal musim kemarau. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bergerak cepat menjinakkan kobaran api yang melalap habis area lahan ilalang terbuka.

 

Peristiwa kebakaran hebat tersebut melanda kawasan vegetasi kering yang berlokasi tepat di belakang area Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Amukan si jago merah dilaporkan mulai terdeteksi pertama kali oleh warga sekitar pada Selasa malam (7/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung menyebar luas.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, mengonfirmasi bahwa karakteristik lahan yang tandus dan dipenuhi semak ilalang kering membuat api sangat mudah terpicu. Kondisi cuaca panas menyengat disertai hembusan angin malam yang kencang membuat ranting-ranting kering tersebut menjadi bahan bakar potensial yang memicu kebakaran hebat.

 

Timbul menambahkan bahwa wilayah RT 03 RW 024 Kelurahan Mimbaan ini memang menjadi salah satu titik langganan karhutla setiap kali memasuki siklus kemarau tahunan. Hingga proses pemadaman selesai, pihak berwenang mengaku masih belum mengetahui secara pasti mengenai penyebab utama atau asal-usul munculnya percikan api di lahan tersebut.

 

Guna melokalisir keadaan, operasi pemadaman skala besar langsung digelar dengan melibatkan kekuatan penuh tim gabungan dari berbagai instansi lintas sektor. Pasukan pemadam yang terjun di antaranya berasal dari personel Damkar Mako Kota Situbondo, Tagana, Anggota Agisena BPBD Jatim, hingga jajaran TNI dari Koramil dan Kodim Situbondo.

 

Petugas di lapangan harus berjuang ekstra keras dengan menerapkan kombinasi teknik pemadaman modern menggunakan unit mobil tangki penyemprot air bertekanan tinggi. Selain itu, metode konvensional secara manual menggunakan alat kepyok ranting juga terpaksa dikombinasikan guna menyekat pergerakan lidah api agar tidak merembet ke kompleks pemukiman.

 

Kerja keras tanpa kenal lelah dari puluhan petugas gabungan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis setelah beberapa jam berjibaku di bawah kepulan asap pekat. Sekitar pukul 21.15 WIB, situasi di lapangan dinyatakan sepenuhnya kondusif, dan dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini.

 

Berdasarkan hasil pemetaan dan kalkulasi visual pascabencana oleh tim reaksi cepat di lapangan, total luasan lahan ilalang yang hangus menghitam mencapai 10 hektare. Pihak BPBD mengimbau masyarakat sekitar perumahan untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan di dekat lahan kering.

Tag: