HMI Bakar Keranda Simbol Matinya Hati Nurani Para Wakil Rakyat

0
BhasaFM
Bakar keranda di depan kantor DPRD, massa HMI menilai matinya hati nurani para wakil rakyat (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Situbondo, berunjuk rasa ke Kantor DPRD Situbondo, siang kemarin. Selama di Kantor DPRD massa berorasi dan membentangkan poster bernada kritikan terhadap isi Rancangan KUHP yang kontroversial.

Tak hanya itu, massa HMI juga membakar keranda di depan Kantor DPRD, sebagai simbol matinya hari nurani wakil rakyat di senayan. Selain menolak RKHUP, massa juga meminta Presiden Joko Widodo mencabut UU KPK dan mengeluarkan PERPPU.

Massa HMI yang ditemui perwakilan tiga fraksi di DPRD, meminta ketiganya menandatangani surat pernyataan dan membacakannya langsung di depan masa HMI. Salah satu poin surat pernyataan tersebut berisi mosi tidak percaya kepada DPP Partai masing-masing yang telah ikut mengesahkan UU KPK. 

BACA JUGA :  Terjadi Peningkatan Pasien Covid-19 di Situbondo Dari Klaster Keluarga

Menurut Koordinator aksi Ramaimon, pihaknya akan terus mengawal perjuangan menolak setiap pembentukan Undang-Undang yang tidak memihak rakyat, salah satunya UU KPK dan RKUHP.

Ramaimon juga mengaku kecewa kepada DPRD Situbondo, karena hanya ada tiga fraksi menemui pengunjuk rasa, yaitu PKB, Golkar dan Demokrat. Ramaimon mennginginkan semua fraksi di DPRD Situbondo menyatakan mosi tak percaya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, mengaku selama dua hari pihaknya ikut mengamankan unjuk rasa. Kapolres bersyukur, karena selama dua hari aksi unjuk rasa berlangsung aman di Situbondo.

Menurut Kapolres, sesuai SOP pengamanan melibatkan 150 personil, mulai pengamanan terbuka dan tertutup. Selain itu, pengamanan di bantu TNI dan Satpol PP.