25.8 C
Situbondo
Kamis, September 29, 2022

Festival Kopi dan Tembakau, Pemkab Situbondo MoU Dengan Lima Buyer Pembeli Kopi

Situbondo- Selama tiga hari Pemkab Situbondo menggelar festival kopi dan tembakau. Berbagai agenda dilakukan selama festival sejak Jumat hingga Minggu malam, mulai pemusnahan rokok ilegal, pelatihan UMKM menjadi eksportir  serta kunjungan ke lokasi kebun kopi Kayumas,  hingga MoU dengan buyer kopi Indonesia untuk memasarkan kopi Situbondo di pasar mancanegara.

Ada lima buyer menandatangani MoU dengan Pemkab Situbondo, yaitu Andriasim Scovani mewakili Elevania, Salistya Windana mewakili PT Semeru Indonesia (Goorita), Muhammad Junaidi Rohmatoellah, mewakili PT Tri Eksport Indonesia, Iko Sukma mewakili UKM Mendunia, dan Teddy Soemantri mewakili PT Javanero Indonesia.

Bupati Situbondo Karna Suswandi mengatakan, bahwa festival kopi dan tembakau untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kedepan, hasil bumi Situbondo harus menjadi produk unggulan di pasar Indonesia maupun internasional.

“Saya sudah menyampaikan agar para petani dan pelaku industri kopi tetap menjaga kualitas agar bisa bersaing di pasaran termasuk para petani tembakau,” ujarnya, Minggu, 28 Agustus 2022.

Karna Suswandi menambahkan, melalui promosi yang massif kopi Situbondo akan semakin dikenal masyarakat luas. Tidak hanya sebagai penyuplai kopi, diharapkan akan tumbuh industri-industri kopi di Kabupaten Situbondo.

Dijelaskan, saat ini kopi Situbondo memang sudah di ekspor, hanya saja masih kurang dikenal sebagai produk kopi Situbondo karena kurangnya promosi. Melalui berbagai event dan promosi yang massif kopi Situbondo kian dikenal, bukan hilang saat sudah dibawa keluar.

BACA JUGA :  Setiap Hari Puluhan Warga Padati Lokasi Paralayang di Jatibanteng

“Kedepan petani harus menjadi eksportir langsung, sehingga produk kita tidak hilang ketika di bawa ke luar. Banyak kopi dan  tembakau Situbondo dijual ke Kabupaten lain lalu diberi nama sendiri,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Javanero Indonesia, Teddy Soemantri, mengaku terkesan dengan Kopi Situbondo. Kopi Situbondo potensial untuk naik kelas dan mendunia. Syaratnya, kualitas kopinya harus terus dijaga agar bisa di ekspor secara berkesinambungan.

BACA JUGA :  PCNU Situbondo Gelar Lomba Karya Ilmiah Bagi Akademisi dan Konten Videografi Bagi Generasi Millenial

“Kami sangat fokus di kualitas. Jadi untuk apa mengekspor kopi tahun ini, lalu tahun depan sudah tidak bisa ekspor lagi. Jadi harus tetap dijaga kualitasnya,” ujarnya ditemui usai MoU dengan Bupati Karna Suswandi.

Lebih jauh Teddy mengatakan, rasa kopi Situbondo sudah bagus, hanya saja harus mengikuti standart pengelolaan kopi internasional. Tak kalah pentingnya, kualitas dan rasa kopinya harus seragam. Semua petani harus mengikuti SOP pengelolaan kopi yang benar.

“Ini tugas Pemkab menjaga kualitas. Kami dari segi buyer hanya melihat dari prosesnya. Memang ada yang bagus sekali, tapi kita pengennya kalau bicara industri kopi, semua daerah harus memiliki kualitas dan SOP yang seragam. Maksudnya supaya buyer tahu, tahun ini beli, tahun depan ya rasanya sama,” ungkapnya.

Reporter: Zaini Zain

Related Articles

KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Stay Connected

22,309FansSuka
3,507PengikutMengikuti
20,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles