PWI Kecam Perilaku Arogan Oknum Petugas Rutan Situbondo

0
44
Gambar oleh ErikaWittlieb dari Pixabay

Situbondo- Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Situbondo, mengecam keras tindakan sejumlah oknum sipir Rutan IIB  Situbondo, karena dinilai telah melakukan tindakan arogan terhadap Diana, seorang reporter RRI saat menjalankan tugas jurnalistik, Kamis siang kemarin.

Ketua PWI Situbondo, Edy Supriyono, menegaskan PWI menyesalkan kejadian tersebut , karena perilaku empat oknum sipir itu sudah masuk ketegori kekerasan verbal terhadap wartawan perempuan. Padahal, seorang wartawan di lindungi Undang-undang Nomor 40 tahun 1999. saat menjalankan tugas peliputan.

Jember Fashion Carnaval

“Ini peresiden buruk bagi kalangan jurnalis. Perilaku empat oknum sipir Rutan Situbondo itu sudah masuk  kekerasan verbal terhadap wartawan yang juga seorang perempuan,” katanya, saat konfrensi pers, Kamis, 4 Agustus 2022.

Menurut Edy Supriyono, bisa dibayangkan oknum sipir rutan meminta Diana masuk ke salah ruangan kemudian mengunci pintu. Di dalam ruangan mereka membentak meski yang bersangkutan sudah meminta maaf.

Edy Supriyono menilai, bahwa apa yang dilakukan Diana dengan berlari mengejar narasumber sebenarnya masih dalam batas kewajaran. Apalagi dia datang ke Rutan untuk meliput,  dan terpaksa berlari karena khawatir tak mendapatkan momen untuk wawancara. Kalau pun karena berlari dianggap salah, ia sudah meminta maaf sehingga tak perlu diperlakukan seperti pesakitan.

BACA JUGA :  Bupati Situbondo Alokasikan 25 Persen DAU Membangun Infrastruktur Agar Pembangunan Merata

“Dia (Diana) datang ke Rutan sedangkan menjalankan tugas jurnalistik. Saat tiba di lokasi kemudian memburu narasumber dengan berlari apanya yang salah? Saya kira hal ini harus dipahami juga oleh petugas rutan,” terangnya.

Lebih jauh Edy Supriyono meminta agar Kepala Rutan Situbondo memberikan penjelasan terkait ulah oknum anak buahnya. Jika kejadian semacam ini dibiarkan, maka kejadian serupa akan terulang lagi dan akan menghalangi tugas seorang jurnalis.

“Kami minta Kepala Rutan memberikan penjelasan terkait insiden ini. Kami tidak akan diam karena bisa jadi apa yang sekarang menimpa rekan kami Diana, suatu saat  akan kembali terulang bagi wartawan yang lainnya,” turunya.

Reporter: Zaini Zain